Warung Koffie Batavia Terkenal Dengan Kopi Terbaiknya - Berita Teknologi Yummy

Minggu, 02 Agustus 2020

Warung Koffie Batavia Terkenal Dengan Kopi Terbaiknya



Warung Koffie Batavia, sebelum berganti dulu namanya adalah Koffie Warung Tinggi. Kafe yang terkenal dengan kopi terbaiknya ini memutuskan untuk mengganti nama yang lebih mudah diingat. 

Warung Koffie Batavia namanya sengaja dipakai supaya identik dengan kota Jakarta. Sementara nama Koffie diambil supaya orang tidak melupakan peran penting kota Batavia sebagai pusat perdagangan terbesar pada era kolonial Belanda. 

Yudha Budhisurya, adalah salah seorang direktur Warung Koffie Batavia mengatakan bahwa sangat pentingnya Jakarta ini. 

"Batavia atau Jakarta pada jaman dulu, adalah untuk perdagangan kopi dan penanaman kopi di seluruh dunia pada saat itu. Karena menurut sejarah, Batavia memiliki peranan penting dan terjadi pada zaman Belanda," katanya.

Saat kami mencicipi menu kopi kafe ini di pusat perbelanjaan Grand Indonesia Jakarta, dekorasinya dibuat kental akan nuansa kolonial Batavia. 

Di area kafe kopi-nya, tertulis di dinding slogannya De Brenderij Van Kwaliteitskoffie yang dapat diartikan pembuat kopi berkualitas. Ornamen kafe disini juga kalau kita perhatikan secara detail menambah nuansa kolonial. 

Internal pada manajemen kafe para barista juga berbeda dengan manajemen di dapur. Ini sangat penting agar kualitas makanan dan minuman tetap terjaga. Yudha mengatakan, “Kami mempunyai tim barista dan tim dapur beda total orangnya. Bahkan tidak bisa saling menyeberang satu dengan lainnya”.

Sejak mengganti namanya menjadi Warung Koffie Batavia, konsepnya diperluas. Yang dulunya hanya kafe namun sekarang menjadi kafe dan restoran. Warung Koffie Batavia juga siap menyajikan kepada pengunjung makanan berat untuk makan siang dan makan malam. 

Menu favorit disini adalah Nasi Goreng Kambing, Nasi Kuning, dan Lontong Cap Gomeh. “Kalau nongkrong masih. Pasti. Jadi makan apa pun, tamu pasti pesan kopi," ujar Yudha. 

Warung Koffie Batavia telah menambah menu andalannya yang unik yaitu Es Kopi Peranakan. Minuman dingin ini adalah campuran kopi dan susu. Bedanya dengan Kopi Peranakan, minuman ini hanya ditambah es. Walaupun ditambah dengan es, cita rasa kopi pekat dan pahit  tetap terasa kuat. Kepekatannya juga tak begitu saja mencair dilidah.

Ada juga camilan untuk teman minum kopi yaitu martabak es krim. Pelanggan bisa memesan sendiri menu martabak, balik klasik ataupun premium dengan ditambah es krim.


Rasanya campuran asin khas keju dicampur aroma manis khas vanila. Kadang muncul manis khas karamel. Walau dicampur manis, rasa asin kejunya tetap menguasai rasa di lidah. 

Sejarah Kopi
Sejarah kopi konon bermula pada abad ke 9 Masehi di Ethiopia. Akan tetapi, budidaya dan perdagangan kopi baru mulai populer pada abad ke-15 oleh pedagang Arab di Yaman. Kopi mencapai Eropa pada abad ke-17 namun tidak dapat tumbuh baik di sana. Bangsa bangsa Eropa kemudian membudidayakan kopi di wilayah jajahannya. Indonesia, yang dijajah Belanda, memiliki andil yang besar dalam sejarah dan persebaran jenis kopi di dunia.

Asal Usul Kopi

Sejarah kopi sangat erat kaitannya dengan peradaban kaum muslim era kekhalifahan. Peradaban muslim punya pengaruh yang besar bagi perkembangan peradaban dunia, baik dalam hal sains, teknologi, budaya, seni, sastra, hingga kuliner. Budaya minum kopi adalah salah satunya.
Konon, tanaman kopi pertama kali ditemukan di daratan Afrika, tepatnya di daerah yang merupakan bagian dari negara Ethiopia, yaitu Abyssinia. Masyarakat Ethiopia mulai mengkonsumsinya sejak abad ke-9. Pada saat itu kopi belum dikenal luas di dunia.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda